Kamis, 11 Oktober 2012

ARTI SETANGKAI BUNGA


            Hari itu memang bukanlah hari yang ku persiapkan sebagai hari istimewa. Meski banyak orang bilang, hari yang ku hadapi ini adalah hari spesial dimana dihadapi sekali seumur hidup. Untuk menyambut hari spesial, tentunya harus dengan persiapan yang spesial juga. Maksudnya tentu penampilan spesial. Tapi bagiku jujur biasa saja.
            Tidak seperti kebanyakan orang lainnya yang sibuk memberikan bunga tanda selamat dan bahagia kepada orang lain yang juga mengalami hari bahagia itu. Juga tidak seperti kebanyakan orang yang menerima banyak bunga sebagai ungkapan turut bahagia.  Yah, semua serba biasa saja.
            Hari terakhir rangkaian hari spesial ini, aku lagi-lagi hadir dengan santai dan hadir diakhir waktu. Sekedar untuk berfoto bersama teman-teman di hari wisuda. Yang beda hari terakhir ini adalah aku mendapatkan banyak bunga. Yah, banyak bunga dari orang-orang sekitarku. Bunga itu memang ku peroleh dari orang dekatku. Namun ada juga yang ku dapatkan dari orang yang jauh dariku, orang yang tidak akrab denganku.
            Setelah ku kumpulkan bunga-bunga itu, ternyata banyak juga. Melihat warna-warni indahnya membuat hatiku sungguh bahagia. Aku baru merasakan arti setangkai bunga ini hingga akhirnya menitikkan air mata. Memang ini bunga yang sudah tak asing ku lihat. Tapi karena hari dan momennya yang mungkin tepat membuat bunga-bunga ini menjadi spesial. Ada rasa bahagia luar biasa manakala diberikan bunga ini dan mendapatkan ucapan selamat dan sukses. Aku baru menyadari lebih jauh tentang keterikatan hati.
            Memang tidak harus senantiasa bersama. Juga tidak karena pertemuan yang sudah lama. Benar kata Kahlil Gibran, rasa yang ku rasakan kini adalah karena akar perasaan yang dalam. Keterikatan dalam ukhuwah islamiyah yang kemudian melahirkan cinta yang dahsyat kepada orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT. Luar biasa setangkai bunga dapat meluluhkan hatiku yang keukeh untuk berpagar. Agak lebay memang tapi itulah maksudku. Artikan sendiri. Thanks to setangkai bunga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah baca kan? Kasih komentar ya biar kedepannya makin baik lagi. Terima kasih.