Senin, 31 Desember 2012

MAKNA PENDIDIKAN ISLAM



Menurut bahasa, secara etimologi, kata pendiidkan dalam bahasa Arab berasal dari kata “tarbiyah”. Tarbiyah berasal dari suku kata roba-yarbu yang berarti penambahan, pertumbuhan, pemeliharaan, dan penjagaan.
Az-Zamakhsyari menambahkan makna kata tersebut dengan “pengajaran
“ dan “kedudukan tinggi”. Sedangkan majduddin menambahkan makna lain, yakni memberi makan dan kemuliaan.
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggunakan kata tarbiyah seperti dalam surat 17 ayat 24 yang artinya : “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkan: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaiman mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.”
Al-Qur’an sering menggunakan kata lain untuk tarbiyah seperti tilawah (membaca), tazkiyah (pensucian jiwa), ta’lim (pengajaran) dan tathir (pensucian) seperti yang terdapat dalam surat 26:18, surat 2:151.
Adapun menurut istilah, pendidikan diartikan sebagaimana pendapat beberapa ulama di bawah ini :
Al-Qadhi Al-baidhowi, mengartikan pendidikan (tarbiyah) sebagai membawa sesuatu ke arah kesempurnaan secara bertahap. Definisi ini amat umum karena mencakup pendidikan manusia, pemeliharaan binatang, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Definisi ini tidak diwarnai dengan corak islam.
Ibnu Sina mengartikan tarbiyah sebagai pembiasaan. Yang dimaksud dengan pembiasaan adalah melakukan sesuatu berulang-ulang dalam masa yang lama dan dalam waktu yang berdekatan. Definisi ini telah menyempitkan bidang tarbiyah pada satus isi saja yaitu “pembiasaan”.
Dr. Miqdad Yajian, mengklasifikasikan pengertian pendidikan (tarbiyah) islamiyah sebagai berikut :
1.     Kurikulum materi-materi keislaman di sekolah atau madrasah
2.    Sejarah pendidikan, sejarah lembaga pendidikan atau sejarah tokoh-tokoh pendidikan di negara islam
3.    Pengajaran ilmu-ilmu keislaman
4.    Sistem pendidikan intergral yang diambil dari arahan dan ajaran islam yang murni, serta berbeda dengan pendidikan lain baik Barat ataupun Timur
Rif’ah Rafi’ Ath Thathwi mendefinisikan pendidikan sebagai usaha mengembangkan jasmani dan jiwa anak didik semenjak lahir sampai tua dengan pengetahuan agama dan dunia.
Prof.DR.Abdul Gani Abud berpendapat bahwa pendidikan islam yang kita inginkan adalah sebagaimana pendidikan yang ideal dan sebagaimana seharusnya, yakni pendidikan islam yang tujuan dan dasar-dasarnya berdasarkan kepada ruh islam yang dituangkan Allah dalam Al-Qur’an yang dicontohkan Rasul dalam hadist. Jadi yang kita inginkan itu adalah pendidikan yang berada dalam lingkungan kehidupan yang penuh dengan suasana yang islami seperti yang digariskan dalam Al-Qur’an dan hadist Rasulullah Saw. 

dikutip dari buku Standar Mutu Sekolah Islam Terpadu
Jaringan Sekolah Islam Terpadu 
Cetakan Robbani Press 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah baca kan? Kasih komentar ya biar kedepannya makin baik lagi. Terima kasih.