Sabtu, 16 Maret 2013

BCAD


Alhamdulillah, pada pukul 21.57 malam ini perasaanku jauh lebih tenang setelah banyak membaca al-qur’an dan mendengarkan beberapa saran dan nasihat dari para sahabat. Padahal, baru saja tadi sekitar pukul 18.51 aku mendadak sesak nafas dan bingung. Pasalnya, dapat telpon dari seorang senior yang to the point menanyakan kesediaanku untuk menjadi Bcad (Bakal calon anggota dewan) dari Kabupaten Indragiri Hulu (InHu). Terkait pemenuhan kuota 30% wanita di parlemen.
Mendengar kata-kata itu aku beneran shock. Baru saja tadi sore membahas hal itu di halaqoh. Aku pribadi sudah menyampaikan kepada Murobbi bahwa aku cenderung tetap tertarik pada jalur eksekutif bukan legislative. Paling enggak pengalaman selama organisasi di kampus cukup memberikan pengetahuan tentang dunia perpolitikan. Secara langsung ku katakana bahwa aku tidak siap dan tak terpikir untuk nyemplung saat ini.
Sang penelepon tentunya bertanya-tanya kepadaku siapa lagi perwakilan yang bisa diajukan untuk memenuhi kuota ini. Aku pun bingung karena adapun yang bakal ditawarkan masih belum selesai kuliahnya. Yah, pembicaraan terputus sampai disitu.
Seusainya pembicaraan, aku terpikir lagi tentang peluang ini. Satu sisi aku berpikir mungkin ini cara lain yang allah tunjukkan untukku bisa berkontribusi di daerah melalui dakwah ini. Apalagi kita sama-sama tahu kondisi di daerah. Namun, satu sisi aku sudah memiliki planning lain untuk massa depanku yaitu dengan melanjutkan kuliahku ke jenjang yang lebih tinggi. Aku telah merencankan jenjang karier yang ingin ku lalui. Yah, tentunya juga untuk kontribusi kongkretku dalam dakwah ini secara professional.
Ah, dunia nyata ini memang memberikan banyak pilihan kebaikan. Dan, aku dihadapkan pada pilihan yang mungkin sama baiknya. Bismillah…aku telah mengambil keputusan ini dan semoga allah merahmati dan meridhoi rencanaku ini. Menjadikan alasan menolaknya aku tadi sebagai sebuah hikmah agar aku bisa lebih fokus dan komitmen dalam mengambil keputusan dan menjalankan keputusan yang telah aku ambil.
Aku teringat pada kata-kata semakin tinggi pohon maka semakin besar tekanan, yaitu angin sepoi-sepoi yang bisa saja membuat pohon ini tumbang. Wawlahualam. (16032013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Udah baca kan? Kasih komentar ya biar kedepannya makin baik lagi. Terima kasih.