Selasa, 05 Maret 2013

KAMMI adalah MUSLIM NEGARAWAN


Ada perasaan rindu dan haru manakala berkumpul bersama kembali di bawah rindangnya pohon di halaman samping masjid Arfaunas. Bayanganku melayang pada lima tahun yang silam. Pertama kali bergabung di organisasi ini karena ikut-ikutan teman. Organisasi ini belum ku kenal dan bukan keinginan sendiri tertarik di dalamnya alasannya karena organisasi ini bukanlah organisasi akademik yang di dalamnya membicarakan tentang perkuliahan, penelitian ilmiah dan sebagainya apalagi sarana mencapai obsesiku sebagai orang terkenal. Organisasi yang awalnya ku perkirakan adalah organisasi aksi, sesuai dengan namanya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang disingkat dengan KAMMI.
Hari ini, 05 Maret 2013.
Aku merasa aura kebangkitan itu akan kembali. Optimis pun menjadi bagian terdepan untuk masa depan lebih baik. Regenerasi itu harus senantiasa diperbaiki dan dievaluasi, jika memnag benar menginginkan kemajuan. Hal yang salah dan buruk segera ditinggalkan dan kembali semangat lagi menjalaninya. Tidak ada yang tidak mungkin jika allah telah berkehendak. Seperti sore ini. Ada sekitar 25 orang bersama berkumpul membicarakan tentang organisasi ini. Meski awalnya terang dan kemudian digoda oleh rintik hujan. Tapi semangat kami tetap sama. KAMMI harus lebih baik, lebih baik dan lebih baik.
Sebagai kader KAMMI yang mengemban tugas MUSLIM NEGARAWAN harus tahu betul apa yang harus ia lakukan agar tugas itu tidak semata tugas belaka namun menjadi aplikasi nyata. Seorang Muslim yang juga seorang Negarawan. Secara tersirat arti katanya adalah tawazun. Sederhana saja. Muslim mewakili kehidupan akhirat dan negarawan mewakili kehidupan dunia. Kehidupan akhirat adalah tujuan akhir dari persinggahan hidup di dunia ini.
Tentunya tak sesederhana ini para pendahulu KAMMI menyusun kata-kata ini. Jelas ada makna filosofisnya. Kalian harus kembali membuka catatan sejarah terbentuknya organisasi ini agar jelas arah dan tujuan bergerak. Secara organisasi, aturan organisasi harus dijalankan dan sebagai seorang muslim, tugas utamanya adalah berdakwah. Jadi KAMMI ini adalah organisasi dakwah. Objek dakwahnya pun luas. Objek dakwah yang tujuannya adalah pengkaderan atau bahasa umumku regenerasi dan juga dakwah amah (dakwah umum dan universal). Ini hanya interpretasi bebasku saja yang ku pikir tidak melewati arti yang sebenarnya dari para pendahulu.
Organisasi ini memang berat tak berat. Dibilang berat karena amanahnya dakwah dimana dakwah wajib bagi setiap muslim. Namun tak berat bila dijalani dengan ikhlas dan penuh rasa syukur karena allah masih menitipkan kepercayaan kepada setiap insan yang kita terlibat kerjasama di dalamnya. Yah, siapa yang ingin senang-senang di akhirat harus lelah-lelahan di dunia. Bener gak?
Tulisan ini ku tulis sebagai bentuk rasa syukurku karena allah masih membukakan pintu hatiku untuk menerima segala kebaikan dari pintu mana saja (Bukan pintu kemana saja Doraemon - Hehehe). Harapanku tak banyak, semoga dengan adanya tulisan ini dapat memberikan sedikit pencerahan dan tentunya aku ingin menitipkan kebaikan kepada siapa saja yang membaca agar nanti aku punya bekal kebaikan yang akan memberatkanku untuk ke surgaNya allah. Amiin ya rabb.
Berbicara tentang Muslim dan Negawaran adalah dua kata yang susah untuk dipisahkan. Sudah sangat ideal konsepnya. Tinggal aplikasi di lapangan yang harus mendekati optimal dan meminimalisir persentase kekurangan. Belakangan aku semakin tertarik membincangkan hal ini pada kedua orang tua dan para sahabatku. Memang sudah seharusnya begitu. Tapi tak kemudian membuat kita muluk-muluk dan ambisius tak jelas. Tidak juga bersantai, berleha, bermanja dengan waktu.
Sebagai generasi muda yang merupakan kader Muslim Negarawan, kita harus mengambil peran dimanapun kita bias berperan. Tidak ada yang menjadi hambatan kita untuk mencapai hal itu. Kita manfaat kan saja potensi dalam diri kita. Selagi kita masih memiliki pikiran yang sama. Surga, Kawan! Surga!
Kalau bahasanya Aa Gym, berhubung tips ini mudah diingat oleh seluruh kalangan maka aku akan menuliskannya kembali.
1.       Mulai dari yang kecil
2.       Mulai dari lingkungan sekitar, dan
3.       Mulai saat ini juga
Lakukanlah! Maka cita-cita itu semakin dekat. Hanya menunggu detiknya saja. Karena apa? Karena Negara tidak kemudian menjadi Negara begitu saja dan kuat begitu saja. Negara merupakan kumpulan dari beberapa wilayah dan kemudian terintegrasi dalam satu visi misi. Karena merupakan kumpulan itulah, hal besar terjadi karena kumpulan hal  kecil. Negara yang besar adalah karena kontribusi warganya yang besar. Nama Negara harum karena warganya yang mengharumkan. Proses mengharumkan nama baik ini adalah kontribusi besar kita sebagai seorang Negarawan.
Disinilah kemudian harus diperhatikan bahwa setiap proses kebaikan itu harus diisi oleh seorang muslim. Hingga pada akhirnya tampak jelaslah wujud MUSLIM NEGARAWAN itu. Wawlahualam.


1 komentar:

  1. :D
    pasti masih banyak cerita yang tak terungkap kan vit? kamu..dan aku juga..
    mereka juga..
    dan keresahan itu juga ada disetiap hati kita,,
    aku..tah kenapa bisa mencintai jamaah ini..
    tapi aku benar-benar cinta dan tak ingin "cerai" dengannya..hee

    BalasHapus

Udah baca kan? Kasih komentar ya biar kedepannya makin baik lagi. Terima kasih.